Bagi
orang yang suka travelling pasti tahu daerah Gunungkidul, yaitu salah satu
kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Gunungkidul adalah tempat
lahir saya, tepatnya di daerah Wonosari. Setiap liburan dan hari raya saya pasti
menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halaman saya itu. Di Gunungkidul ini
banyak sekali tempat wisata, terutama yang berbau air seperti pantai, air
terjun, sungai dan masih banyak lagi. Menurut saya Gunungkidul merupakan tempat
yang sangat indah dan menarik. Kenapa dinamakan “Gununungkidul’? Karena letaknya
ada di dataran tinggi, lumayan jauh dari Jogja kota. Gunungkidul dibagi lagi
menjadi beberapa wilayah diantaranya Wonosari, Karangmojo, Playen, Semin,
Ngawen, Tepus, Semanu dan masih banyak lagi, oleh karena itu wilayah
Gunungkidul memang sangat luas. Tempat wisata disana sebagian besar pantai. Ada
Pantai Baron, Pantai Krakal, Pantai Kukup, Pantai Drini, Pantai Sundak, Pantai
Sepanjang, Pantai Ngrenehan dan masih banyak lagi, saya tidak bisa menyebutkan
satu-persatu. Menurut suatu web yang pernah saya baca ada sekitar 70 pantai di
Daerah Gunungkidul. Dan saya pun baru mengunjungi 3 dari 70 pantai tersebut,
entah kapan saya akan mengunjungi semua pantai yang ada di Gunungkidul
tersebut. Memang masih banyak juga pantai disana yang belum begitu terkenal.
Selain pantai, ada juga goa, air terjun dan sungai. Untuk goa setahu saya Goa
Pindul yang sangat terkenal. Kalau air terjun setahu saya ada air terjun
Nglanggeran, kalau untuk sungai ada Sungai Jonge yang terletak di daerah
Semanu, konon sungai tersebut tidak pernah kering. Itulah beberapa tempat
wisata di Gunungkidul. Selain tempat wisata, yang menurut saya sangat menarik
dari Gunungkidul itu adalah kebudayaannya. Banyak sekali budaya disana. Ada rasulan
atau bersih desa, mitoni, selapanan, maulidan dan masih banyak lagi. Untuk
rasulan atau bersih desa itu merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada
Allah SWT atas hasil panen yang telah diterima. Perlu diketahui bahwa sebagian
masyarakat daerah kampungnya adalah petani. Tetapi untuk saat ini sudah banyak
kemajuan, masyarakatnya pun banyak yang sudah bekerja sambilan yaitu berdagang.
Rasulan tersebut diadakan setahun sekali dan setiap daerah beda-beda waktunya.
Seperti daerah Wareng yang terletak di Wonosari, Gunungkidul mengadakan rasulan
pada tanggal 25 Agustus 2014 kemarin yang jatuh pada hari Senin Legi. Bisa saja
tahun 2014 tanggal 25 Agustus, tapi nanti tahun 2015 pasti beda lagi tanggalnya
tergantung kesepakatan para perangkat desa dan masyarakat. Lalu ada tradhisi
mitoni, yaitu tradhisi tujuh bulanan bagi ibu yang sedang hamil anak pertama.
Selanjutnya ada tradhisi selapanan, yaitu tradhisi tasyakuran anak bayi yang
telah lahir dan baru berusia 35 hari. Tradhisi maulidan biasanya para masyarakat
masak nasi tumpeng lengkap beserta lauknya dan setelah itu mambawa nasi tumpeng
itu ke balai desa untuk di doakan oleh seorang yang ahli agama. Setelah
didoakan lalu nasi tumpeng tersebut ditukar-tukar, dengan tujuan agar semua
masyarakat bisa mencicipi makanan masyarakat lain atau agar bisa membuat
masyarakat lebih akrab dan loyal dengan para tetangga. Sebenarnya masih banyak
lagi kebudayaan atau tradhisi yang ada di Gunungkidul namun saya tidak bisa
menuliskannya semua. Bahkan teman saya yang sangat cinta dengan Gunungkidul
membuat kaos yang bertuliskan “South Mountain” yaitu bahasa Inggris dari
Gunungkidul. Selain keuntungan finansial, tujuan utama dibuatnya kaos tersebut
adalah untuk mempromosikan Gunungkidul kepada semua orang. Dan Alhamdulillah lumayan
banyak juga yang membelinya. Itulah hal-hal yang menurut saya Gunungkidul merupakan
suatu tempat yang indah dan juga menarik untuk diceritakan dan diapresiasikan.
Sampai-sampai ibu saya pun menginginkan saya untuk menjadi bupati Gunungkidul
agar bisa membawa Gunungkidul menjadi lebih baik, lebih makmur, lebih tentram
dan yang terutama lebih maju. Namun perjalanan saya masih jauh, masih sangat
belum pantas dan belum bisa menjadi seorang bupati, tetapi itu adalah sebuah
keinginan atau harapan seorang ibu kepada anaknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar