Minggu, 19 April 2015

TOEFL SKILL (Structure and Written Expression) SKILL 3

TOEFL SKILL (Structure and Written Expression) (SKILL 3)

 

A.   PENGERTIAN TOEFL

Test of English as a Foreign Language disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris (logat Amerika) yang diperlukan untuk mendaftar masuk ke college atau universitas di Amerika Serikat atau negara-negara lain di dunia. Ujian ini sangat diperlukan bagi pendaftar atau pembicara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Ujian TOEFL ini diselenggarakan oleh kantor ETS (Educational Testing Service) di Amerika Serikat untuk semua peserta tes di seluruh dunia.
Jenis tes bahasa Inggris TOEFL ini pada umumnya diperlukan untuk persyaratan masuk kuliah pada hampir semua universitas di Amerika Serikat dan Kanada baik untuk program undergraduate (S-1) maupun graduate (S-2 atau S-3). Hasil tes TOEFL ini juga dipakai sebagai bahan pertimbangan mengenai kemampuan bahasa Inggris dari calon mahasiswa yang mendaftar ke universitas di negara lain, termasuk universitas di Eropa dan Australia. Secara umum, tes TOEFL lebih berorientasi kepada American English, dan sedikit berbeda dengan jenis tes IELTS yang berorientasi kepada British English. Tidak seperti tes IELTS, tes TOEFL ini pada umumnya tidak mempunyai bagian individual interview test. Biasanya tes ini memakan waktu sekitar tiga jam dan diselenggarakan dalam 4 bagian, yaitu bagian:
1.     listening comprehension,
2.     grammar structure and written expression,
3.     reading comprehension, dan
4.     writing.


B.   TOEFL Structure & Written Expression (SKILL 3)

Sebelumnya telah dibahas tentang TOEFL Structure and Written Expression skill 2. Untuk kali ini saya akan membahas tentang TOEFL Structure and Written Expression skill 3.

Skill 3: Be Careful of Appositive (Perhatikan penggunaan dan posisi Appositive)


Appositive dapat menjadi pengecoh dalam mengetahui subjek pada sebuah kalimat dalam tes TOEFL bagian structure. Appositive merupakan sebuah kata benda yang datang setelah kata benda lainnya yang mempunyai arti sama.
Sally, the best student in the class, got an A on the exam.
Pada contoh di atas "Sally" merupakan subjek dari kalimat dan "the best student in the class" dapat dikenali dengan mudah sebagai appositive karena terdapat koma yang memisahkan. Yang dimaksud dari "the best student in the class" merupakan Sally juga, jadi keduanya sama saja.

Contoh soal di bawah memperlihatkan Anda bagaimana penggunaan positive dalam kalimat tes TOEFL sesi structure and written expression dapat membuat Anda bingung.

Contoh soal tes TOEFL terkait penggunaan appositive 1
_____, George, is attending the lecture.
a) Right now
b) Happily
c) Because of the time
d) My friend

Penggunaan koma di atas memberitahu kita bahwa "George" bukanlah merupakan subject dari kalimat. George merupakan appositive. Olehnya jawaban yang kita butuhkan yaitu sebuah subject untuk melengkapi kalimat di atas. Right now (adverb), happily (adverb), dan because of the time (adverb) tidaklah bisa menjadi subjek. Jadi, jawaban yang paling tepat yaitu bagian d -my friend (noun).

Contoh soal tes TOEFL terkait penggunaan appositive 2
_____, Sarah rarely misses her basketball shots.
a) An excellent basketball player
b) An excellent basket player is
c) Sarah is an excellent basket player
d) Her excellent basket player

Pada kata "Sarah" tidak terdapat koma setelahnya. Ini menandakan bahwa "Sarah" merupakan subject dari kalimat. Kalimat ini juga menjadi contoh bahwa posisi appositive tidak selalu terletak setelah subject kalimat. Jadi yang kita butuhkan dalam kalimat diatas yaitu sebuah appositive yang sama dengan Sarah. Pada jawaban b dan c terdapat kata keja "is" sehingga bukanlah bentuk appositive. Pada jawaban d merupakan bentuk appositive hanya saja kata benda "play" (permainan) bukanlah appositive untuk "Sarah" (pemain). Jadi, jawaban yang benar yaitu a -an excellent basketball player.

Tips Trik Menjawab soal TOEFL (Skill 3)

Tips Trik menjawab soal TOEFL Structure & Written Expression (Skill 3) yang harus diingat sebagai berikut.

Appositiove merupakan sebuah kata benda (noun) yang datang setelah ataupun sebelum sebuah noun yang lainnya. Appositive biasanya bisa dikenali dengan posisi koma yang mengapitnya atau setelahnya. Contoh kalimat:

- Tom,
a really good mechanic, is fixing the can 
Tom merupakan sebuah noun yang berfungsi sebagai subject kalimat. "A really good mechanic" merupakan appositive. "Is fixing" merupakan verb kalimat. Perhatikan posisi tanda koma.

-
A really good mechanic, Tom is fixing the car.
Tom merupakan sebuah noun yang berfungsi sebagai subject kalimat. "A really good mechanic" merupakan appositive. "Is fixing" merupakan verb kalimat. Perhatikan posisi tanda koma.


EXERCISE 2: Each of the following sentences contains an appositive. Underline the subjects once and the verbs twice. Circle the appositive phrases. Then indicate if the sentences are correct (C) or incorrect (I).

_______1. The son of the previous owner, the new owner is undertaking some fairly broad changes in management policy.
_______2. Last semester, a friend, graduated cum laude from the university.
_______3. Valentine's Day, February 14, is a special holiday for sweethearts.
_______4. At long last, the chief executive officer, has decided to step down.
_______5. Tonight's supper, leftovers from last night, did not taste any better tonight than last night.
_______6. The only entrance to the closet, the door was kept locked at all times.
_______7. In the cold of winter, a wall heating unit, would not turn on.
_______8. The new tile pattern, yellow flowers on a white background, really brightens up the room.
_______9. The high-powered computer the most powerful machine of its type, was finally readied for use.
_______10. A longtime friend and confident, the psycologist was often invited over for Sunday dinner.

---Keterangan Simbol---
Yang diblok merupakan subjek.
Yang diblok dan digaris bawahi merupakan verb (kata kerja).
Yang dimiringkan merupakan appositive.

Kunci Jawaban Exercise 2

Pada kalimat 1, 3, 5, 6, 8, dan 10 merupakan bentuk kalimat yang benar (sudah terdapat subjek dan verb) beserta penempatan appositive dari subjeknya telah benar.
Pada kalimat 2, 4, 7 tidak terdapat subjek  sehingga dibutuhkan subjek untuk membenarkan kalimat tersebut.
Sementara kalimat 9 terdapat subjek, verb, dan appositive. Hanya saja tidak terdapat koma setelah subjeknya (computer).

 


____C___   1. The son of the previous owner, the new owner
is undertaking some fairly broad changes in management policy.
____I___    2. Last semester, a friend,
graduated cum laude from the university.
____C__     3. Valentine's Day, February 14, is a special holiday for sweethearts.
____I___    4. At long last, the chief executive officer, has decided to step down.
____C___   5. Tonight's supper, leftovers from last night, did not taste any better tonight than last night.
____C__     6. The only entrance to the closet, the door was kept locked at all times.
____I___    7. In the cold of winter, a wall heating unit, would not turn on.
____C___   8. The new tile pattern, yellow flowers on a white background, really brightens up the room.
____I____  9. The high-powered computer the most powerful machine of its type, was finally readied for use.
____C___   10. A longtime friend and confident, the psycologist was often invited over for Sunday dinner.




Source :



TOEFL SKILL (Structure and Written Expression) SKILL 2

TOEFL SKILL (Structure and Written Expression) (SKILL 2)

 

A.   PENGERTIAN TOEFL

Test of English as a Foreign Language disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris (logat Amerika) yang diperlukan untuk mendaftar masuk ke college atau universitas di Amerika Serikat atau negara-negara lain di dunia. Ujian ini sangat diperlukan bagi pendaftar atau pembicara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Ujian TOEFL ini diselenggarakan oleh kantor ETS (Educational Testing Service) di Amerika Serikat untuk semua peserta tes di seluruh dunia.
Jenis tes bahasa Inggris TOEFL ini pada umumnya diperlukan untuk persyaratan masuk kuliah pada hampir semua universitas di Amerika Serikat dan Kanada baik untuk program undergraduate (S-1) maupun graduate (S-2 atau S-3). Hasil tes TOEFL ini juga dipakai sebagai bahan pertimbangan mengenai kemampuan bahasa Inggris dari calon mahasiswa yang mendaftar ke universitas di negara lain, termasuk universitas di Eropa dan Australia. Secara umum, tes TOEFL lebih berorientasi kepada American English, dan sedikit berbeda dengan jenis tes IELTS yang berorientasi kepada British English. Tidak seperti tes IELTS, tes TOEFL ini pada umumnya tidak mempunyai bagian individual interview test.
Biasanya tes ini memakan waktu sekitar tiga jam dan diselenggarakan dalam 4 bagian, yaitu bagian:

1.     listening comprehension,
2.     grammar structure and written expression,
3.     reading comprehension, dan
4.     writing.



          B.   TOEFL Structure & Written Expression (SKILL 2)

        Untuk kali ini saya akan membahas tentang TOEFL Structure and Written Expression skill 2. Structure Question: Skill 2 (Object of Preposition) An object of a preposition adalah noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti) yang terletak setelah preposition (kata depan), seperti in, at, of to, by, behind, dan on yang befungsi membentuk sebuah prepositional phrase. (English Version)

Contoh:
The trip (to the island) (on Saturday) will last (for three hours).
Kalimat diatas berisi tiga buah object of preposition; Island sebagai object of preposition dari to; Saturday sebagai object of preposition dari on dan three hours sebagai object of preposition dari for.
Pada Structure Section TOEFL Test, object of preposition bisa membingungkan karena banyak yang menduga bahwa object of preposition adalah subject dari kalimat tersebut.
Contoh:
To Mike ____ was a big surprise.
(A) really
(B) the party
(C) funny
(D) when
Dari kalimat diatas, harus dipahami bahwa Mike (noun) bukalah Subject tapi object of preposition dari To.
Subject dari kalimat diatas tidak ada, sedangkan Verbnya adalah was.
Karena yang dibutuhkan adalah Subject, maka jawaban terbaik adalah (B), the party. Sedangkan (A), (C), dan (D) salah karena mereka bukanlah Subject.
SKILL 2
EXERCISE 2: Each of the following sentences contains one or mor e prepositional phrases. Underline the subjects once and the verbs twice. Circle the prepositional phrases that come before the verb. The n indicate if the sentences are correct (C) or incorrect (I).

___   __ 1. The interviews (by radio broadcasters) were carried live by the station.
___   __ 2. (in the last possible moment)(before takeoff) took his seat in the airplane.
______  3. At the neighborhood flower shop, flowers in quantities of a dozen or a half dozen                                            can beb delivered for free
______ 4. The progressive reading methods at this school are given credit for the improved test scores.
______ 5. For the last three years at various hospitals in the county has been practicing medicine.
______ 6. In the past a career in politics was not considered acceptable in some circles.
______ 7. Shopping in the downtown area of the city it has improved a lot in recent years.
______ 8. At the building site the carpenters with the most experience were given the most intricate work.
______ 9. For the fever and headache took two aspirin tablets.
______ 10. The report with complete documentation was delivered at the conference.
Kunci jawaban exercise 2
___C___ 1. The interviews (by radio broadcasters) were carried live by the station.
___I___ 2. (in the last possible moment)(before takeoff) took his seat in the airplane. (kehilangan subject)
___C___ 3. (At the neighborhood flower shop), flowers (in quantities of a dozen or a half dozen) can
be delivered (for free).
___C___ 4. The progressive reading methods (at this school) are given credit (for the improved test scores).
___I___ 5. (For the last three years) (at various hospitals) (in the county) has been practicing medicine. (kehilangan subject)
___C___ 6. (In the past) a career (in politics) was not considered acceptable in some circles.
___I___ 7. Shopping (in the downtown area of the city) it has improved a lot (in recent years).
___C___ 8. (At the building site) the carpenters (with the most experience) were given the most intricate work.
___I___ 9. (For the fever and headache) took two aspirin tablets. (kehilangan subject)
___C___ 10. The report (with complete documentation) was delivered (at the conference).

Yang digaris bawahi merupakan subject kalimat. Yang digaris bawahi dan di hitamkan (bold) merupakan verb dari kalimat. Yang di beri kurung merupakan prepositionla phrase. Prepositional phrase yaitu preposition + object of preposition. Misal saja pada no. 1 kita lihat “by radio broadcaster.” by merupakan preposition sedangkan radio brodcaster ialah object dari preposition “by.” Jadi “by radio broadcaster” merupakan prepositional phrase.

 


 

Minggu, 04 Januari 2015

Kulo Remen Ringgit



Ringgit??? Apa sih itu ringgit?? Ringgit merupakan bahasa jawa halusnya atau bahasa kramanya   wayang. Dari kemarin saya menceritakan tentang hal – hal yang berbau budaya seperti wayang, rasulan dan lain – lain. Hal itu karena saya memang sangat suka dengan hal – hal yang berbau budaya tersebut. Suatu kebudayaan merupakan warisan dari nenek moyang sejak dahulu kala. Dan kita sebagai generasi penerus harus melanjutkan dan melestarikannya. Kebudayaan menurut saya hal yang sangat menarik untuk diperbincangkan dan diceritakan. Nah sekarang saya akan membahas tentang wayang atau ringgit. Banyak sekali jenis wayang yaitu ada jenis wayang kulit, wayang golek, wayang orang, wayang krucil dan masih banyak lagi. Tetapi saya lebih suka dengan jenis wayang kulit. Darimana sih asalnya wayang kulit itu? Dulu guru saya suka bercerita tentang wayang kulit, karena memang ada mata pelajaran mulok (muatan lokal) yaitu bahasa jawa. Karena dari SD sampai SMA saya memang bersekolah di daerah jawa tepatnya di Yogyakarta. Dan yang dipelajari dalam mata pelajaran tersebut adalah wayang dan cerita wayang lengkap. Wayang itu merupakan kebudayaan asli jawa, dahulu kala wayang dipergunakan oleh para wali songo untuk menyebarkan dan mengajarkan islam. Cerita wayang itu sendiri berasal dari India yaitu ada cerita Mahabharata, Ramayana dan lain – lain. Lalu oleh para wali songo, ceritanya dimodifikasi sesuai dengan budaya jawa. Sebenarnya tujuan utamanya adalah untuk menyebarkan dan mengajarkan islam kepada masyarakat. Bisa kita bayangkan bagaimana kreatifnya para wali songo dalam membuat dan memodifikasi cerita asli India menjadi suatu cerita untuk mengajarkan agama. Cerita dalam wayang sangatlah bagus dan mengandung pesan – pesan kehidupan. Seperti Mahabharata menceritakan tentang perang saudara antara Pandhawa dan Kurawa. Cerita Mahabharata mengajarkan agar kita harus adil dengan saudara kita, kita tidak boleh seenaknya saja dengan saudara kita. Lalu jika kita ingin mendapatkan sesuatu maka kita harus memperjuangkannya dengan penuh semangat dan kejujuran. Dengan perjuangan yang penuh semangat dan jujur, maka akan membuahkan hasil. Masih banyak lagi sebenarnya pesan yang bisa dipetik dari cerita wayang Mahabharata. Dalam cerita wayang banyak sekali seri – serinya, oleh karena itu ketika ada pertunjukan wayang pasti yang diambil hanya satu seri cerita. Jika semua diceritakan pasti tidak akan selesai dalam waktu semalam. Dan yang lebih menarik lagi para wali songo memodifikasi cerita misalnya dengan mengubah nama – nama para Pandhawa. Seperti Arjuna menjadi Janaka yang dalam bahasa arab Jannah berarti surga. Lalu para wali juga menambah sosok Punakawan, dalam cerita India Punakawan itu tidak ada. Punakawan merupakan pengasuh para Pandhawa semasa kecil, mereka adalah abdi dalem istana Hastinapura. Punakawan terdiri dari empat orang yang memiliki sifat setia, baik kepada para Pandhawa dan loyal kepada istana Hastinapura. Mereka adalah Bagong, Semar, Petruk dan Gareng. Mereka memiliki ciri khas masing – masing. Dan menurut saya hal yang paling menarik dan kreatif adalah ditambahkannya sosok Punakawan dalam cerita tersebut. Lalu untuk selanjutnya ada cerita Ramayana. Ramayana menceritakan tentang percintaan antara pangeran Rama dan Dewi Shinta. Dewi Shinta kemudian diculik oleh raksasa jahat yaitu Rahwana. Untuk menyelamatkan Dewi Shinta, Rama dibantu oleh adiknya yaitu Laksmana dan Hanoman yang merupakan kera putih anak dari Dewi Anjani. Dan akhirnya Rama berhasil menyelamatkan istrinya tersebut. Ketika diculik Dewi Shinta akan dinikahi oleh Rahwana, namun Dewi Shinta memilih untuk mati saja daripada dia harus mengkhianati suaminya. Dewi Shinta merupakan seorang wanita cantik yang sangat setia kepada suaminya. Dari cerita tersebut dapat diambil pesan – pesan moralnya. Yaitu semua kejahatan pasti akan terkalahkan dengan kebaikan, kita sebagai saudara harus saling membantu, seekor kera saja mampu membantu manusia. Lalu yang terpenting adalah kita harus setia dengan pasangan kita, walaupun itu taruhannya nyawa. Nah selain ceritanya yang memiliki banyak pesan moral, wayang pun juga bentuknya sangat unik dan menarik. Dan saya pun juga tidak hafal dengan semua bentuk dan nama – nama wayangnya. Kenapa saya memberi judul ini “Kulo remen Ringgit”? kulo remen ringgit dalam bahasa jawa artinya adalah saya suka wayang. Saya sangat cinta dengan kebudayaan yang ada di Indonesia ini, saya sangat bangga bisa menjadi generasi penerus untuk melestarikan kebudayaan yang ada.  

Rasulan



Apa sih itu rasulan? Pasti orang mengira rasulan itu berasal dari kata rasul atau mungkin mereka berfikir ada hubungannya dengan Rasul Allah. Tapi untuk dikampung saya, rasulan itu merupakan tradhisi atau kebudayaan. Rasulan itu merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Sang Pencipta atas limpahan rezeki atau hasil panen yang diterima. Rasulan bisa juga disebut dengan bersih desa. Acara rasulan tersebut biasanya seperti party atau pesta besar-besaran di sebuah kampung yang dilakukan oleh semua masyarakat kampung tersebut. Di kampung saya yaitu bernama Desa Wareng daerah Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta kemarin tanggal 25 Agustus 2014 tepatnya hari Senin Legi mengadakan acara rasulan. Tradhisi rasulan rutin diadakan setahun sekali, tetapi untuk tanggalnya selalu berbeda-beda sesuai dengan kesepakatan perangkat desa dan masyarakat. Acara tersebut merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dan panen yang diterima masyarakat. Perlu diketahui sebelumnya, masyarakat Desa Wareng memang sebagian besar adalah petani. Jadi kalau hasil panennya melimpah mereka akan sangat bersyukur dan sangat senang ketika rasulan. Sebelum diadakannya acara rasulan biasanya dimusyawarahkan terlebih dahulu oleh perangkat desa dan masyarakat. Biasanya masyarakat akan dimintai uang sebagai patungan untuk acara tersebut. Acara rasulan terjadi selama 2 hari 2 malam bahkan lebih. Biasanya ketika rasulan bertepatan dengan 17 Agustusan, maka untuk perayaannya pun digabung agar lebih meriah. Ketika sebelum hari puncaknya pun biasanya akan diadakan berbagai lomba. Ada lomba sepak bola, volley, balap karung, lalu untuk anak – anak kecil akan diadakan lomba menggambar, mewarnai, melukis dan lain – lain. Banyak sekali yang ikut berpartisipasi dalam perayaan tersebut. Lalu hari berikutnya ada acara dangdutan dan campursarian tentunya dengan mengundang para artis dari daerah setempat juga. Biasanya acara dangdutan dan campursarian itulah yang paling ramai penonton. Lalu pada hari puncaknya para masyarakat akan melakukan kirab atau pawai keliling desa. Sebelum kirab, masyarakat membuat nasi tumpeng lengkap beserta lauknya dan juga ayam ingkung. Makanan – makanan tersebut lalu dibawa ke balai desa untuk didoakan dan setelah itu saling bertukar makanan tersebut. Tukar – menukar makan tersebut tujuannya agar bisa mencicipi makanan dari masyarakat lain dan juga agar lebih akrab lagi. Pada saat perayaan rasulan tanggal 25 Agustus 2014 kemarin pun saya ikut berpartisipasi, saya ikut kirab keliling desa. Yang akan ikut kirab pun harus didandani, para perempuan harus memakai kebaya dan yang laki – laki harus memakai baju surjan dan blangkon. Propertinya pun banyak sekali. Di Desa Wareng terbagi menjadi 6 padukuhan dan agar lebih meriah lagi, para perangkat desa pun mengadakan lomba kirab. Lomba tersebut akan diikuti oleh 6 padukuhan yaitu, Wareng 1, Wareng 2, Wareng 3, Wareng 4, Singkar 1 dan Singkar 2. Agar lebih meriah dan kompak maka setiap padukuhan harus mengerahkan setiap warganya untuk ikut kirab. Semakin banyak yang ikut kirab, maka semakin bagus. Pada kirab tersebut ada berbagai cabang, yaitu ada cabang olahraga, kesenian, pertanian, ibu – ibu PKK, keagamaan dan masih banyak lagi. Pada saat itu saya ikut yang ibu – ibu PKK karena memang kekurangan personil. Saya sangat senang bisa ikut berpartisipasi dalam kirab budaya pada acara rasulan tersebut. Kirabnya pun sangat ramai, meriah dan kreatif semua. Dan Alhamdulillah padukuhan tempat tinggal saya mendapat juara 2 karena kami sangat kreatif dan kompak. Setelah acara kirab, ada banyak sekali tontonan. Ada reog, jathilan, ledhek, jaran kepang dan lain – lain. Lalu malamnya ada pertunjukan wayang kulit. Pertunjukan wayang kulit tersebut diadakan dari malam sampai pagi. Saya juga suka menonton wayang, tetapi ketika rasa kantuk pun menyerang saya lebih memilih pulang. Dari acara rasulan tersebut hal yang bisa saya petik adalah suatu kekompakan itu sangat perlu. Walaupun hanya setahun sekali, tetapi setidaknya warga sekampung bisa merayakan rasulan tersebut agar bisa lebih menyatu, kompak, loyal dan akrab. Lalu hal yang paling penting adalah perlunya mengekspresikan rasa syukur kita kepada Sang Pencipta atas segala kenikmatan yang telah diberikan. Itulah hal – hal yang menurut saya rasulan itu sangat menarik untuk diceritakan, diapresiasikan dan dilestarikan. Lestarikan budaya daerah.



















Gunungkidul Handayani



Bagi orang yang suka travelling pasti tahu daerah Gunungkidul, yaitu salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Gunungkidul adalah tempat lahir saya, tepatnya di daerah Wonosari. Setiap liburan dan hari raya saya pasti menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halaman saya itu. Di Gunungkidul ini banyak sekali tempat wisata, terutama yang berbau air seperti pantai, air terjun, sungai dan masih banyak lagi. Menurut saya Gunungkidul merupakan tempat yang sangat indah dan menarik. Kenapa dinamakan “Gununungkidul’? Karena letaknya ada di dataran tinggi, lumayan jauh dari Jogja kota. Gunungkidul dibagi lagi menjadi beberapa wilayah diantaranya Wonosari, Karangmojo, Playen, Semin, Ngawen, Tepus, Semanu dan masih banyak lagi, oleh karena itu wilayah Gunungkidul memang sangat luas. Tempat wisata disana sebagian besar pantai. Ada Pantai Baron, Pantai Krakal, Pantai Kukup, Pantai Drini, Pantai Sundak, Pantai Sepanjang, Pantai Ngrenehan dan masih banyak lagi, saya tidak bisa menyebutkan satu-persatu. Menurut suatu web yang pernah saya baca ada sekitar 70 pantai di Daerah Gunungkidul. Dan saya pun baru mengunjungi 3 dari 70 pantai tersebut, entah kapan saya akan mengunjungi semua pantai yang ada di Gunungkidul tersebut. Memang masih banyak juga pantai disana yang belum begitu terkenal. Selain pantai, ada juga goa, air terjun dan sungai. Untuk goa setahu saya Goa Pindul yang sangat terkenal. Kalau air terjun setahu saya ada air terjun Nglanggeran, kalau untuk sungai ada Sungai Jonge yang terletak di daerah Semanu, konon sungai tersebut tidak pernah kering. Itulah beberapa tempat wisata di Gunungkidul. Selain tempat wisata, yang menurut saya sangat menarik dari Gunungkidul itu adalah kebudayaannya. Banyak sekali budaya disana. Ada rasulan atau bersih desa, mitoni, selapanan, maulidan dan masih banyak lagi. Untuk rasulan atau bersih desa itu merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas hasil panen yang telah diterima. Perlu diketahui bahwa sebagian masyarakat daerah kampungnya adalah petani. Tetapi untuk saat ini sudah banyak kemajuan, masyarakatnya pun banyak yang sudah bekerja sambilan yaitu berdagang. Rasulan tersebut diadakan setahun sekali dan setiap daerah beda-beda waktunya. Seperti daerah Wareng yang terletak di Wonosari, Gunungkidul mengadakan rasulan pada tanggal 25 Agustus 2014 kemarin yang jatuh pada hari Senin Legi. Bisa saja tahun 2014 tanggal 25 Agustus, tapi nanti tahun 2015 pasti beda lagi tanggalnya tergantung kesepakatan para perangkat desa dan masyarakat. Lalu ada tradhisi mitoni, yaitu tradhisi tujuh bulanan bagi ibu yang sedang hamil anak pertama. Selanjutnya ada tradhisi selapanan, yaitu tradhisi tasyakuran anak bayi yang telah lahir dan baru berusia 35 hari. Tradhisi maulidan biasanya para masyarakat masak nasi tumpeng lengkap beserta lauknya dan setelah itu mambawa nasi tumpeng itu ke balai desa untuk di doakan oleh seorang yang ahli agama. Setelah didoakan lalu nasi tumpeng tersebut ditukar-tukar, dengan tujuan agar semua masyarakat bisa mencicipi makanan masyarakat lain atau agar bisa membuat masyarakat lebih akrab dan loyal dengan para tetangga. Sebenarnya masih banyak lagi kebudayaan atau tradhisi yang ada di Gunungkidul namun saya tidak bisa menuliskannya semua. Bahkan teman saya yang sangat cinta dengan Gunungkidul membuat kaos yang bertuliskan “South Mountain” yaitu bahasa Inggris dari Gunungkidul. Selain keuntungan finansial, tujuan utama dibuatnya kaos tersebut adalah untuk mempromosikan Gunungkidul kepada semua orang. Dan Alhamdulillah lumayan banyak juga yang membelinya. Itulah hal-hal yang menurut saya Gunungkidul merupakan suatu tempat yang indah dan juga menarik untuk diceritakan dan diapresiasikan. Sampai-sampai ibu saya pun menginginkan saya untuk menjadi bupati Gunungkidul agar bisa membawa Gunungkidul menjadi lebih baik, lebih makmur, lebih tentram dan yang terutama lebih maju. Namun perjalanan saya masih jauh, masih sangat belum pantas dan belum bisa menjadi seorang bupati, tetapi itu adalah sebuah keinginan atau harapan seorang ibu kepada anaknya.